Jumat, 27 November 2009

Anatomi Tulang Cranium


Tulang cranium atau bahasa awamnya Tulang tengkorak, merupakan tulang pelindung otak yang sangat diperlukan agar sistem koordinasi tubuh kita masih berfungsi secara normal.

Bagian tulang cranium
Tulang cranium terbagi dalam dua bagian :

A. Neuro Cranium (Tulang-tulang Cranial)
a. Os. Occipitalis
Merupakan tulang belakang kepala. Pada bagian dasar tulang ini terdapat lubang bulat (diameter ± 5 cm), merupakan foramen occipital magnum yang di kelilingi Pars Squamosa dan Pars Basiliaris.
Os. Occipital merupakan tempat hubungan antara Sistem Saraf Pusat dengan Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) melalui sumsum sambung (medulla oblongata). Pada pinggir luar foramen Magnum ini, disebelah lateral terdapat tonjolan tulang kiri dan kanan tempat bersendi dengan vertebra cervicalis I disebut Condylus Occipitalis sebagai kepala sendi dan atlas sebagai mangkok sendi.

b. Os. Spenoidalis
Mempunyai sebuah corpus dibagian tengah dan di dalam corpus ini terdapat rongga yang disebut sinus sphenoidalis. Pada permukaan corpus ini, ditemui fossa Hypophyse atau Sellaeturcica atau plana Turki tempat kelompok Hypophyse.
Terdapat foramen opticum (tempat lewatnya nervus Opticus dan A. Optalmica) pada bagian terbentang ke lateral depan atas corpus (sulcus chiasmatica : bagian saraf retina). Foramen Rotundum pada bagian depan medial ala minor (N. Maxilaris), Foramen Ovale di medial belakang (tempat lewatnya N. Mandibula), Foramen Spinosum di postero lateral (tempat lewatnya A. Menigea Media dan N. Spinosum). Pada bagian Ala Parva/ Ala Minor Vertical, terdapat Fissura Orbitalis Superior (tempat lewatnya N. Opthalmicus (V1), N. Abducens (VI), N. Trochlearis (IV), V. Opthalmica)

c. Os. Temporal
Terdapat di bagian lateral cranium, bersendi dengan Os. Parietal diatas, dengan Os. Sphenoidalis ke depan medial, dengan Os. Occipitalis ke postero medial dan dengan Os. Frontal eke depan atas serta Os. Zygomaticum ke depan.
Os. Temporal terdapat 4 bagian :

1. Pars Squamosa, sebelah atas depan
Bagian depan terdapat Proccesus Zygomaticus (bersendi dengan Os. Zygomaticum). Pada pangkal Proccesus Zygomaricus terdapat Fossa Articulate (Fossa Mandibulare), tempat sendi TMJ yang kedepan di batasi oleh Tuberculum Reticulare.

2. Pars Petrosa, sebelah media
Disebelah depan terdapat foramen Caraticum externa, Canalis Caroticus, Foramen Carotis Interna (tempat lewatnya A. Caroticus Interna), meatus acusticus Internus, tempat lewatnya N. Acusticus dan N. facialis.

3. Pars Mostoideus, sebelah posterior
Dibelakang lateral berisi cellulae Mastoidea (Rongga kecil dalam substansi tulang berisi udara) yang berhubungan melalui Aditus ke dalam Cavum Tymphani.

4. Pars Tymphani, sebelah bawah lateral
Merupakan bagian tulang kecil yang membentuk dasar Meatus ductus externus. Kesebelah medialnya terdapat cavum tymphani yang berhubungan dengan Tuba Auditiva, yang ditempati oleh tulang-tulang pendengaran.

d. Os. Parietal (tulang ubun-ubun)
Tulang ini membentuk puncak dari epicranium (tutup kepala), satu di bagian kiri dan satu di bagian kanan. Kedua Os. Parietal ini pada garis sendi Sagital membentuk sutura sagitalis superior dan sebelah dalam terdapat sulcus sinus sagitalis superior.

e. Os. Frontale
Tulang tutup kepala depan, membentuk kening dan atap rongga bola mata (orbita) dan juga membentuk Fossa Cranii Anterior. Atap orbita dari Os. Frontale disebut Pars Orbitalis dan akan membentuk dasar fossa crania anterior. Bagian yang kuncup disebelah medial depan disebut Incisura Eithmoidalis. Pinggir depan disekitar orbita disebut Margo Supraorbitalis.

f. Os. Eithmoidalis
Punya dua Corpus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh satu lamina horizontal dan dipisahkan ole 1 tulang vertical yaitu lamina perpendicular (ke bawah membentuk sebagian septum nasi, ke atas membentuk crista galli yang akan masuk fossa crania anterior)

B. Splanco/ Vicero Cranium (tulang-tulang Facial)
a. Os. Maxilla
Terdapat pada dasar cavum orbiita, ke medial bersendi dengan Os. Eithmoidale, Os. Frontale ke medial depan atas, ke lateral akan bersendi dengan Os. Zygomaticum. Pinggir depan lateral bawah merupakan tempat perlekatan gigi atas disebut Proccesus Alveolaris. Ke depan terdapat satu permukaan yang ditempati Foramen Infra Alveolaris dan Foramen Infra Orbitalis (temapt lewatnya N. Infra Orbitalis, Arteri dan Vena). Permukaan bawah yang menjadi tulang langit-langit disebut Palatinus Durum. Kelima permukaan Os. Maxilla akan membentuk Corpus Ossismaxina dan didalamnya terdapat Sinus Maxillaris yang berisi udara.
Terdapat 4 proccesus :
- Proc. Zygomaticus
Memisahkan facies frontalis dan infra temporalis. Bersendi dengan Os. Zygomaticus, permukaan yang bersendi mengarah keluar.
- Proc. Frontalis
Bersendi dengan Proc. Frontalis Maxilla diantara nasal di bagian depan dan Os. Lacrimal di bagian belakang.
- Proc. Alveolaris
Yang mempunyai gigi atas, berakhir di belakang bulbus alveolaris pada tengkorak muda atau pada tuber maxilla pada tengkorak dewasa.
- Proc. Palatines
Menonjol ke dalam dari dalam corpus antara proc. Alveolaris di bagian tubuh dan facies nasalis di bagian atas dengan bergabung denagn proccesus bagian lawannya. Proccesus ini membentuk sebagian besar palatum durum yang memisahkan cavum nasi dan cavum oris.

b. Os. Palatine
Merupakan tulang banyak segi dan bengkokan. Ke depan atas lateral bersendi dengan Os. Frontale, Postero lateral dengan Os. Sphenoidalis bagian Proccesus Pterigoideus. Ke depan lateral dengan corpus Ossis Eithmoidalis dan Os. Maxilla, ke medial dengan Os. Palatinus. Bagian medial Os. Palatina disebut Lamina Horizaontalis yang akan menjadi bagian belakang dari palatinum durum (langit-langit keras).

c. Os. Vomer
Berbentuk lempeng tulang yang akan membentuk septum nasi posterior. Os. Vomer ini ke bawah medial akan bersendi dengan Os. Palatine melalui crista palatine. Pada tulang tengkorak ini sering tidak terlihat lagi karena sangat tipis dan mudah hancur.

d. Os. Concha Nasalis Inferior (tulang turbin hidung)
Ada 4 pasang concha nasalis :
- Concha Nasalis Superior
- Concha Media
- Concha Nasalis Inferior
- Concha Nasalis Suprend.
Tulang concha Nasalis Inferior yang dianggap sebagai bagian cranium karena merupakan tulang terbesar

e. Os. Lacrimalis
Dua buah tulang kecil pada sudut medial depan bawah cavum orbita dan merupakan tempat saccus Lacrimalis

f. Os. Nasalis
Dua buah tulang kecil sebesar kuku yang membentuk pangkal hidung

g. Os. Mandibulla
Merupakan satu-satunya tulang tengkorak yang dapat bergerak dan membentuk rahang bawah. Mandibula bersendi dengan Os. Temporalis pada fossa Articulare. Mandibula terdiri dari satu corpus mandibula yang berbentuk parabola dan dua buah ramus.
Peralihan corpus menjadi Ramus disebut AngulusMend
Ujung Ramus yang menonjol di depanyaitu Proccesus Loronoideus (tempat melekatnya M. Temporalis)
Pada pinggir bawah corpus Mandibula terdapat basis mandibula dan Pars Alveolaris tempat melekatnya gigi Rahang Atas. Pada permukaan dalam angulus mandibula terlihat satu lobang yang disebut Canalis Mandibula (Foramen Mandibula) yang akan dilalui arteri, vena, N. Alveolaris Inferior. Pada permukaan luar medial kiri dan kanan terdapat tuber Mental. Pada bagian kiri dan kanan tuber terdapat Foramen Mentale.

Moga sedikit rangkuman ini bermanfaat ^^

4 komentar:

honeyfhairy mengatakan...

makasi info nya ya :)
bntu bgt :)

Merengin Berbicara mengatakan...

Thx

sendy mengatakan...

boleh tanya
referensi rangkuman ini dr buku apa saja?

Atika Sally mengatakan...

makasih ilmunyaaa.. doain menang ya ^_^

Poskan Komentar